Postingan

Menampilkan postingan dengan label Puisi

Memilih tertawa

Karya: Sri Eka Warnita Meuraxa Kau memilih tertawa Daripada peduli Kau memilih sekedar tahu bukan peduli Kau memilih saling melempar sindiran Daripada intropeksi hati

Suara Dendang Bertalu-talu

Karya: Sri Eka Warnita Meuraxa Suara itu bagaikan daun berguguran Menyetak lamunan Merampas senyuman Suara Dendang bertalu-talu

Saat Adzan Berkumandang

Oleh: Sri Eka Warnita Meuraxa Saat adzan berkumandang Mata menyipit Tangan menari-nari Imaji melayang bagai kapas Tubuh tergeletak telanjang dada Hati merayu meminta kau melangkah mensucikan diri; berwudhu Kau tetap sibuk memainkan ponsel

Tak Perlu Diungkap

Oleh: Sri Eka Warnita Meuraxa Semakin hari Aku mendapati namamu dalam berkas-berkas puisiku Tentang harapan yang tertunda Sebab bibir tak mampu mengungkap Tentang mimpi Saat kita satu tujuan Dan tentang malam kelabu Saat kita belum menginginkan pagi

Secangkir Rindu

Karya: Sri Eka Warnita Meuraxa Adakah setitik rindu untukku Setelah kusuguhi kau secangkir rindu Dari serpihan cinta dan kasih sayangku Setetes Aku hanya meminta setetes Untuk membasahi hati nan gersang sebab merinduimu yang tak bertepi

Masih Tentangmu

Karya: Sri Eka Warnita Meuraxa Masih saja kusimpan kenangan tentangmu Saat jingganya merona menghiasi wajahku Kau sering terkenang di memoriku Bercerita Bercanda Kita tertawa bersama menikmati sisa-sisa malam nan kian menjauh Kau tahu, sayang 

Pulau Kelapa

Karya: Sri Eka Warnita Meuraxa Di perutmu hidup berbagai ragam makhluk berkisar 10.187.595  jiwa Di perutmu terbangun kokoh kantor-kantor diplomatik perwakilan negara-negara Kantor sekretariat ASEAN Kau kujuluki Pulau Kelapa Pulau Kelapa Ibukota Jakarta-ku Di tubuhmu dibangun 1001 mimpi anak negri Di tubuhmu pula berdiri milyaran juta jiwa

Merinduimu dalam Diam

Gambar
Karya: Sri Eka Warnita Meuraxa Di dasar hati tuan hidup layaknya bunga nan selalu mekar Menyanyikan kidung-kidung percintaan Menggugah hati Mengukir seutas senyum Pun menyuburkan benih cinta nan tumbuh Tuan .... Tak ada hasrat hati ingin menjauh Pun tak ada hasrat untuk melepas Akar-akar Cinta dan kasih terlalu kuat menancap di ruang sukma

Ranting yang Hilang

Gambar
Karya: Sri Eka Warnita Meuraxa Hidup adalah tentang rentang waktu Waktu nan mempertemukan kita Waktu nan menciptakan senyum-senyum indah Pun waktu mengikat sebuah tali persahabatan Sahabatku Engkau tahu Aku seorang gadis pembenci perpisahan Aku seorang gadis menangis lemah melihat kepergianmu Jiwaku seketika rapuh melihat pungungmu melangkah pergi Jauh .... Jauh meninggalkanku sendiri berpeluk sepi

Laksana Denting Gelas Pecah

Oleh: Sri Eka Warnita Meuraxa Untukmu, Raz .... Lelaki mása lalu Menurutku, tiga tahun tidak saling bertegur sapa Itu cukup untuk membuatmu lupa Ya, melupakan semua moment masa lalu Tidak ada yang perlu dibahas lagi Masa lalu tetap lah masa lalu Tidak mungkin bisa diulang kembali Kamu tidak perlu membongkar ulang semua cerita masa lalu Aku sudah berdamai dengan diri sendiri